Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21991
Beranda > Artikel > Saung Angklung Udjo, Memperkenalkan Alat Musik Tradisional dengan Unik dan Menyenangkan
Saung Angklung Udjo, Memperkenalkan Alat Musik Tradisional dengan Unik dan Menyenangkan
Jumat, 09/12/2011 12:05:44 | Jawa Barat | Wisata Budaya

Oleh:
Arini Tathagati

Explorer
Beri nilai:

Saung Angklung Udjo (SAU) didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena, berlokasi di Jl. Padasuka No. 118, Bandung. Mang Udjo merupakan murid dan asisten Daeng Sutigna, sang maestro angklung. Mang Udjo mendirikan SAU dengan konsep Kaulinan Urang Lembur, sebagai kombinasi yang sempurna antara pertunjukan yang atraktif dan sarana edukasi. Seiring berjalannya waktu, SAU berkembang dan menjadi salah satu tujuan wisata budaya terkemuka di Jawa Barat.

 

Untuk mencapai SAU sangat mudah. Gunakan kendaraan umum jurusan terminal bis dan angkot Cicaheum, kemudian berjalan kaki masuk ke Jl. Padasuka kurang lebih 500 meter dari jalan raya. Bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi atau bis, di SAU tersedia lahan parkir dengan kapasitas cukup besar.

 

Setiap sore, SAU menggelar Pertunjukan Bambu Petang pada pukul 15.30-17.30. Selain Pertunjukan Bambu Petang, SAU juga menyediakan berbagai program lainnya, seperti Half Day at SAU, SAU Workshop, serta pertunjukan kesenian Sunda lainnya. Kita juga bisa minta tim dari SAU untuk datang mengisi acara korporat di luar kawasan SAU, seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa perusahaan dalam acara gathering

.

Hari itu saya bersama teman-teman saya bermaksud menonton pertunjukan Pertunjukan Bambu Petang di SAU. Karena takut tidak kebagian tempat duduk yang enak, satu jam sebelum pertunjukan mulai kami sudah tiba di SAU. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 50.000 per orang untuk wisatawan domestik (sudah termasuk souvenir kalung angklung, leaflet acara dan welcome drink), sambil menunggu pertunjukan dimulai kami melihat-lihat di toko souvenir. Berbagai cenderamata yang dijual di toko souvenir sebagian besar bertema angklung, namun terdapat juga benda-benda budaya Sunda lainnya, seperti wayang golek dan batik. Sebelum masuk ke ruang pertunjukan, kami mengambil welcome drink berupa bandrek. Bagi mereka yang kurang menyukai bandrek,SAU juga menyediakan pilihan minuman lain seperti teh botol atau air mineral botol.

 

“Welcome to Saung Angklung Udjo!” Seorang mojang geulis pembawa acara Pertunjukan Bambu Petang membuka acara tepat pada pukul 15.30 WIB. Karena di antara penonton terdapat beberapa orang asing (saat itu ada turis dari Belanda dan Jepang yang ikut menonton bersama kami), maka acara dibawakan dalam dwi-bahasa Indonesia dan Inggris. Setelah memperkenalkan diri dan menceritakan sedikit mengenai urutan penampilan yang akan dipergelarkan dalam Pertunjukan Bambu Petang hari itu, pembawa acara mempersilakan ki Dalang untuk memulai pertunjukan wayang golek.Tidak seperti pertunjukan wayang golek sesungguhnya yang bisa makan waktu semalam suntuk, ki Dalang hanya memperagakan sebagian kecil dari kisah Ramayana. Walaupun tidak semua memahami bahasa Sunda yang digunakan dalam pertunjukan wayang, namun semua tertawa melihat tingkah polah Cepot, tokoh wayang golek yang paling populer, mengalahkan para raksasa anak buah Rahwana.

 

Usai pertunjukan wayang golek, dipertunjukkan acara Helaran, yang dimainkan untuk mengiringi upacara tradisional khitanan. Sang “pengantin sunat” diarak dengan jampana atau tandu dari bambu, diiringi oleh teman-temannya yang berpakaian warna-warni sambil membawa angklung. Mereka menghibur sang “pengantin sunat” dengan permainan angklung dan menawan. Setelah peragaan Helaran selesai, pertunjukan dilanjutkan dengan permainan musik Arumba (Alunan Rumpun Bambu) bergaya jazz dan tari topeng Cirebon. Usai tari topeng, para pemain angklung junior kembali ke pentas dan menampilkan Angklung Mini, dengan mengajak penonton untuk menyanyikan lagu anak-anak yang populer, seperti lagu Boneka Abdi dan Do-Re-Mi.


Acara yang unik dan menjadi khas SAU adalah Angklung Interaktif. Para pemain angklung cilik membagikan angklung ke seluruh penonton. Pembawa acara kemudian memanggil kang Yayan Udjo, putra ke-6 dari alm. mang Udjo. Setelah menjelaskan caranya, kang Yayan kemudian memimpin para penonton untuk memainkan angklung bersama-sama. Terlihat para penonton sangat antusias dan tak sabar menunggu kapan giliran angklungnya harus dibunyikan. Angklung Interaktif ini berlangsung cukup lama, dan cukup banyak lagu yang dimainkan. Ketika lagu terakhir Burung Kakaktua selesai dimainkan, para penonton memainkan seluruh angklungnya, merayakan kegembiraan memainkan angklung bersama-sama.

 

Usai memainkan angklung secara interaktif, masuklah para pemain angklung senior untuk memainkan angklung orchestra. Pertama-tama, mereka berkolaborasi mengiringi para penari jaipong dengan lagu Es Lilin. Setelah sesi tari jaipong selesai, mereka memainkan lagu klasik Symphony No. 40 in G minor dari Mozart. Lagu klasik dengan tempo cepat itu dibawakan dengan rapi dan sempurna, sebuah bukti otentik bahwa angklung dapat digunakan untuk memainkan berbagai jenis musik, bahkan musik klasik Barat sekalipun.

 

Tanpa terasa, 2 jam berlalu di Pagelaran Bambu Petang SAU. Ketika pembawa acara mengucapkan salam perpisahan, rasanya tidak percaya bahwa pertunjukan yang indah dan menyenangkan itu harus berakhir. Dengan berat hati kami beranjak meninggalkan ruang pertunjukan, sambil membawa kenangan indah menyaksikan pertunjukan sore hari itu. Namun kami berniat akan kembali lagi ke SAU, sambil mengajak teman-teman kami yang lain untuk menikmati pertunjukan kesenian sekaligus menjadi bagian dari pelestarian angklung sebagai warisan budaya Indonesia.


Label: angklung , saung angklung udjo , bandung



0 Komentar

Tidak ada komentar.




User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance

1. Bekasi
    Ruko Grand Mall Blok C 20,
    Jl. Jend. Sudirman No. 1
    Telp : 021 - 89119761

 

2. Bekasi
    Jl. Gatot Subroto No. 36 - 38,
    Kp. Pilar RT 02 / RW08
    Telp : 021 - 89119761
    Fax : 021 - 89119765

 

3. Depok
    Jl. Margonda Raya No 88 A-C
    Telp : 021-77204222
    Fax : 021-77200022

 

4. Bogor
    Jl. Raya Tajur No. 162 D
    Telp : 0251-378862
    Fax :  0251-310543

 

5. Bandung
    Jl. Terusan Pasir Koja No. 98 Rt 011 / 08 
    Jamika - Bojong Loa Kaler - Bandung 
    Telp : 022-6041945
    Fax :  022-6041947

 

6. Sumedang
    Jl. Mayor Abdurachman No 103     
    Telp : 0261 - 208258
    Fax :  0261-208256

 

7. Subang
    Jl. Letjen.Suprapto No. 3
    Telp : 0260-421172
    Fax :  0260-421167

 

8. Karawang
    Jl. Sorokunto No 52, RT 01 / RW 08
    Telp : 0264-304703

 

9. Tasikmalaya
    Komp. Ruko TST
    Jl. Ir. H. Juanda No 18 Rt.01/04    
    Telp : 0265-327525
    Fax :  0265-327528

 

10. Garut
       Jl. Cikuray No. 38 Rt. 001 / Rw. 006
       Telp : 0262-240969
       Fax :  0262-243307

 

11. Banjar
       Jl. Mayjend. Didi Kartasasmita 3, 5, 6
       Telp : 0265-744336
       Fax :  0265-745290

 

12. Cirebon
       Jl. Dr. Wahidin No. 63
       Telp : 0231-230750
       Fax :  0231-232481

 

13. Indramayu
       Jl. Raya Bangkaloa Ilir No. 25
       Telp : 0234-352919
       Fax :  0234-353300

 

14. Sukabumi
        Jl. Pabuaran No. 12 Rt. 005 / Rw. 002
        Telp : 0266-215366
        Fax :  0266-217203

 

15.  Cianjur
        Jl. IR. H. Juanda No. 19, RT 01 / RW 13
        Telp : 0263-282723
        Fax :  0263-282726