Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21374
Beranda > Artikel > Wisata alam dan sejarah Muara Tebo : sisa-sisa peninggalan
Wisata alam dan sejarah Muara Tebo : sisa-sisa peninggalan
Minggu, 13/11/2011 10:22:42 | Jambi | Wisata Budaya

Oleh:
Hananto Maryan Wiguna

Walker
Beri nilai:

Kali ini saya sempatkan untuk berbagi informasi tentang sebuah kota di Propinsi Jambi yang mungkin sebagian dari pecinta traveling belum pernah mengetahuinya.
Muara tebo adalah salah satu kota yang terletak di pinggir sungai Batang Hari dan Batang Tebo. Muara Tebo sendiri merupakan ibu kota kabupaten Kabupaten Tebo. Kota ini persis terletak di tanjung sungai (pertemuan) antara sungai Batang Hari dan Batang Tebo. Masyarakat Muara Tebo sering menyebutkan daerah pertemuan dua sungai ini sebagai Ujung Tanjung dan sejak beberapa tahun yang lalu daerah ini dijadikan lokasi wisata Tanggo Rajo.

1. Tanggo Rajo

Tanggo Rajo dalam sejarahnya dibangun karena pada zaman dahulu raja jambi pernah berlabuh di daerah ini. Kawasan ini tepat berada dipinggir sungai. Luas tempat wisata yang hanya sekitar 1,5 hektar ini berdampingan langsung dengan pasar Muara Tebo dan bagi sebagian masyarakat yang tersebar dibeberapa dusun sepanjang sungai, kawasan ini sering dimanfaatkan untuk tempat menunggu perahu mesin (Getek) yang biasa digunakan untuk transportasi sungai. Tanggo Rajo ramai didatangi apabila hari-hari libur dan pada hari pasar (Jum’at dan Selasa). Sayangnya, sarana dan fasilitas yang ada tidak terawatt dengan baik dan fasilitas yang ada cukup terbatas. Di luar kawasan ini kita dapat menemui pohon-pohon yang tumbuh menjulang tinggi. Suasana asri membuat suasana cukup nyaman. Pohon-pohon besar yang ada diperkirakan berumur puluhan tahun bahkan mungkin ada yang telah berusia ratusan tahun. Sebaran pohon tersebar mengikuti jalan-jalan yang ada disini. Tak jauh dari areal ini kita juga dapat menemui lapangan tenis yang tidak terawat lagi, hanya ada beberapa kelompok pemuda yang kadang-kadang olahraga disini.

2. Benteng tuo (Benteng tua peninggalan Jepang)

Sekitar 300 meter kearah barat dari ujung tanjung, terdapat kompleks benteng tua yang didirikan dan digunakan tentara Jepang pada masa penjajahannya. Bekas bangunan jepang ditandai dengan bentuk bangunan yang masih utuh dan nama-nama bangunan yang sebagian masih tertera di dinding-dinding gedung dengan menggunakan kosakata Jepang, sebagai contoh Sakura. Gedung-gedung tua hancur tak terawat dan ditumbuhi semak belukar. Kompleks ini membujur mengikuti arah aliran sungai Batang Hari yang tepat berada di belakang kompleks ini. Kearah selatan sekitar 30 meter dari kompleks ini tepat berada makam pahlawan Sultan Thaha Syaifudin dengan luas sekitar setengah hektar lebih.

3. Makam Pahlawan Sultan Thaha Syaifudin

Sultan thaha syaifudin adalah seoarang pahlawan nasional yang berasal dan berjuang di Jambi. Menurut sejarah beliau meninggal dan dimakamkan di Tebo. Makam Sultan Thaha menjadi salah satu tujuan wisata, sayangnya perawatan tidak maksimal untuk bangunan sejarah tersebut sehingga mulai mengalami kerusakan fisik.

4. Pasar Muara Tebo (peninggalan Belanda) dan legenda sejarahnya

Pasar tradisional ini berbeda dari pasar tradisional yang ada di kota-kota lain. Bangunan yang ada sebagian besar masih merupakan peninggalan penjajah, terbuat dari kayu dan berlantai dua dengan bentuk bangunan khas Belanda dan Jepang membuat ke-khasan kota sejarah masih terasa. sebelah barat pasar terdapat sebuah mesjid tua, masyarakat sekitar biasa menyebut mesjid tepi air. Mesjid ini menurut cerita merupakan tempat penyebaran agama islam di Muara Tebo. Terdapat makam beberapa tokoh agama islam di depan mesjid, biasa dikunjungi masyarakat dari padang, jambi dan kota-kota lain untuk berziarah.

5. Menikmati eksotisnya alam di aliran sungai Batang Hari dan Batang Tebo.

Bagi anda yang suka wisata alam dan suka bertualang, berwisata di dua aliran sungai ini sangat menantang untuk di coba. Kita dapat menggunakan perahu mesin (getek) milik masyarakat untuk berkeliling mengikuti aliran kedua sungai ini. Sepanjang aliran sungai kita dapat menikmati keindahan alam dan pemukiman khas masyarakat pinggir sungai.

6. Kuliner

Lelah berkeliling di kota Muara Tebo, untuk menambah ke-khasan suasana propinsi Jambi, anda harus mencoba beberapa makanan khas Jambi. salah satu yang wajib di coba adalah Tepoyak. Tempoyak adalah fermentasi daging buah durian, biasa di masak dengan ikan patin maupun ikan2 yang ditangkap dari sungai Batang Hari. Untuk oleh-oleh, anda bisa membeli goblek sebagai buah tangan dan tanda anda sudah sampai di kota Muara Tebo.
Akses transportasi dan penginapan sangat mudah di dapatkan. Di Muara Tebo sudah terdapat beberapa hotel yang layak, travel agen, dan kota ini dilalui oleh jalan lintas sumatra yang menghubungkan Kota Jambi-Padang.


selamat bertualang...


Label: muara tebo , jambi



0 Komentar

Tidak ada komentar.




User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance

1. Jl. Hayam Wuruk No 49 - 50 Jelutung - Jambi
    Telp : 0741 - 24684
    Fax  : 0741 - 24697

 

2. Jl. Prof.Dr.Sri Soedewi,SH No.5-6 Rt 02 Rw 01
    Telp : 0747 - 323577
    Fax  : 0747 - 21834