Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21330
Beranda > Artikel > Gua dan Bukit Hitam Sendang Ratu Kenya
Gua dan Bukit Hitam Sendang Ratu Kenya
Sabtu, 24/09/2011 22:45:05 | Jawa Tengah | Wisata Budaya

Oleh:
Andreana Sembiring

Walker
Beri nilai:

Dingin pagi itu begitu menusuk, seperti pagi yang selalu kualami di Wonogiri, kampung halaman Ibuku. Dan hari itu, aku, ibuku serta keponakanku yang sangat pemberani, Titin, berencana pergi ke Sendang Ratu Kenya. Sendang adalah salah satu tempat ziarah umat Katolik yang cukup terkenal, walaupun kesannya religius, Sendang merupakan salah satu tempat wisata yang sangat indah.

Sendang Ratu Kenya sebenarnya dulu adalah gua yang dikenal angker di Wonogiri, banyak orang yang mencari pesugihan ke gua tersebut. Tetapi ketika misionaris Katolik datang ke daerah tersebut, misionaris tersebut mendatangi dan mendoakan gua tersebut. Akhirnya keluarlah mata air dari goa dan dipercaya mendatangkan banyak berkat seperti menyembuhkan penyakit atau mukjizat lain.
Aku sendiri selalu menyempatkan diri datang ke Sendang setiap menjenguk nenekku ke Wonogiri. Nenekku beragama Islam, sangat amat baik hati dan memiliki jiwa toleransi tinggi dan almarhum Kakekku beragama Katolik. Karena selain tempatnya sunyi dan sejuk, cocok sekali sebagai tempat berdoa, pemandangannya juga luar biasa indah.

Kami naik dua motor, aku dengan Ibuku dan Titin seorang diri. Setelah menyusuri jalan menanjak yang cukup terjal, sampailah kami di tempat parkir Sendang yang dipayungi dengan pohon hijau nan rindang. Untuk orang yang tidak berani berkendara melewati jalan menanjak tersebut, warga sekitar berbaik hati meminjamkan lahannya untuk tempat parkir, tetapi dengan ijin terlebih dahulu tentu saja.

Sebenarnya jalan kaki menyusuri jalan tersebut juga tidaklah rugi, rasa capek dan hawa panas akan terkalahkan dengan indahnya jalan setapak. Kiri kanan dipenuhi pohon rindang, banyak bunga dengan berbagai warna mencolok, bahkan mendekati Sendang, banyak kupu - kupu bertebaran.

Kami naik ke tangga untuk mencapai Sendang. Di sebelah kiri ada mata air yang disebutkan tadi, airnya sejuk dan bisa langsung diminum. Para peziarah biasa mencuci tangan, membasuh muka atau meminum air tersebut sambil mendaraskan doa dan permohonan. Disediakan juga botol gratis sebagai wadah air yang bisa dibawa pulang serta kotak tempat kita menaruh sumbangan sukarela, selain itu tidak dipungut biaya apapun bagi peziarah yang mengunjungi Sendang.

Di bagian tengah adalah bagian terindah, terdapat gua dengan patung Bunda Maria yang cukup besar dan tinggi, dinaungi dengan pohon rindang dan bunga warna warni serta terdapat puluhan kupu - kupu yang terbang kesana kemari, kupu - kupu tersebut terbang cukup tinggi sehingga tidak mengganggu para peziarah yang berdoa di bawah gua.

Di tangga gua terdapat puluhan tempat lilin yang disediakan bagi peziarah. Terdapat juga bangku - bangku panjang untuk duduk atau berlutut saat berdoa. Walaupun tak beratap, tak perlu khawatir panas, karena pohon disana menangkal panas matahari, kecuali kalau hujan deras.

Di samping gua tersebut terdapat Gereja yang berada di atas bukit, namun tak perlu khawatir karena telah dibangun tangga untuk mencapainya. Gereja tersebut tak ber-AC tetapi hawanya sangat sejuk, tidak begitu besar dan mungkin hanya bisa memuat 100 orang saja. Tidak disediakan tempat duduk di Gereja ini, umat duduk di lantai yang sudah dilapisi dengan karpet tebal. Pastur yang memimpin misa di altarpun tidak menggunakan kursi, Pastur tersebut juga duduk di lantai berkarpet. Aku mendaraskan doa dengan sepenuh hati di dalam Gereja ini dan rasanya damai, karena tenang tanpa suara kendaraan atau suara orang sekalipun.

Untuk para peziarah yang ingin berdoa khusuk dan mengharapkan datang ketika Sendang sedang sepi, disarankan datang di hari Senin - Kamis, serta tidak pada bulan Maria bagi umat Katolik (Mei dan Oktober) atau hari raya besar lainnya karena Sendang pasti cukup ramai.

Selesai berdoa di gua dan Gereja, Titin mengajakku ke bukit di belakang Gereja. Aku tak pernah tahu di belakang Gereja itu ada bukit. Kami menanjak sekitar hampir 15 menit, melewati beberapa pemberentian untuk Jalan Salib. Terus keatas dan keatas, aku kelelahan dan sempat berhenti beberapa kali, tetapi Titin dengan semangat dan jiwa pemberaninya terus berjalan dan terpaksa menungguku beberapa kali. Hmmmph.. Energi gadis kecil memang tak bisa ditandingi.. :) Dan sampai keatas kelelahanku terbayar sudah, setelah melewati ilalang rumput liar kami sampai di puncak bukit Sendang. Puncak bukit tersebut adalah bongkahan batu hitam, tak ada pohon tumbuh diatasnya hanya rumput - rumput liar. Beda dengan gua Sendang yang sejuk, bukit hitam itu hangat bahkan ada bagian yang panas.

Dari puncak bukit kami bisa melihat Wonogiri dari atas, Waduk Gajah Mungkur bisa terlihat dari sini. Aku duduk di puncak bukit sementara Titin loncat - loncat dan lari kesana kemari. Kami mengobrol, foto - foto sambil mengagumi Wonogiri dari atas.

Setelah puas menikmati puncak bukit dan karena hari sudah menjelang sore, kami kembali kebawah. Dan bergegas pulang. Di dekat Sendang beberapa penduduk yang menjual cenderamata seperti kalung, gelang dan aksesoris lain, mereka juga membuat patung dan yang menarik adalah ada kerajinan akar wangi. Mereka membuat pajangan berbentuk angsa, babi atau ayam dari akar wangi tersebut. Aku membelinya karena selain aromanya enak, bentuknya juga unik. Si penjual bilang, pajangan tersebut harus sesekali dijemur di matahari agar aromanya tak lekas hilang.

Walaupun Wonogiri terkenal sebagai daerah kering dan tak kaya potensi alam, gua dan bukti hitam ini bisa jadi salah satu tujuan wisata yang menarik, selain Waduk Gajah Mungkur tentunya.. Datang dan berkunjunglah..


Label:



0 Komentar

Tidak ada komentar.




User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance

1. Semarang
     Jalan Imam Bonjol No.180
     Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
     Telp : 024-3584041 (Hunting)
     Fax  : 024-3584042

 

2.  Kudus
     Jl. A. Yani No. 128 A
     Telp : 0291-441442 
     Fax  : 0291-444390

 

3. Pati
     Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1, 
     Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
     Telp : 0295-386400
     Fax  : 0295-382546

 

4. Tegal
     Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
     Telp : 0283-322383
     Fax  : 0283-320714

 

5. Pekalongan
     Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan  Pekalongan
     Telp : 0285-422008
     Fax  : 0285-431095

 

6.  Purwokerto
     Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
     Jl.  Jendral Sudirman
     Telp : 0281-626028
     Fax  : 0281-626030

 

7. Solo
     Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
     Solo Baru
     Telp : 0271-626626
     Fax  : 0271-626623

 

8.  Klaten
     Jl. Pemuda Utara No 113
     Telp : 0272-322561
     Fax  : 0272-322546

 

9.  Yogyakarta
     Jl.  H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
     Telp : 0274 - 555007
     FaX : 0274 - 555062

 

10. Magelang
      Jl. Ahmad Yani No. 40
      Telp : 0293-363109
      Fax  : 0293-361246