• Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Daftar
  • Lupa Kata Sandi
Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21164
Beranda > Artikel > Mencari "Candi Palsu" di Tugurejo
Mencari "Candi Palsu" di Tugurejo
Kamis, 25/10/2012 20:12:23 | Jawa Tengah | Wisata Budaya

Oleh:
Arini Tathagati

Explorer
Beri nilai:

Tak banyak yang mengetahui bahwa di Kota Semarang terdapat situs temuan benda purbakala. Situs Candi Tugurejo, atau dikenal juga sebagai Candi Tugu, terletak di Jl. Walisongo Km 10, Semarang Barat, kurang lebih 600 meter di arah barat RSUD Dr. Adhyatma. Walaupun terletak di atas bukit, situs yang terletak di belakang Pekuburan Tugurejo ini ini tidak terlihat dari jalan raya , karena tertutup bangunan pabrik.


Info tentang Candi Tugurejo pertama kali kami ketahui dari salah satu program wisata di TV, dan ketika ada kesempatan ke Semarang, kami pun mencoba mencarinya. Untuk menuju ke arah candi, setelah bertanya kepada warga, mereka mengarahkan untuk melewati jalan di samping pabrik PT SAMI. Perlu beberapa kali bertanya, karena tidak ada petunjuk pasti untuk menuju ke Candi Tugurejo. Dan setelah kami menemukan candinya, kami menemukan pemandangan kontras sekaligus mengenaskan : bangunan candi di atas bukit dengan pagar langkan, dengan pintu masuk ke kawasan candi terhalang tumpukan kerikil dan batu yang sedang diolah untuk dijadikan bahan bangunan, ditambah alat-alat berat yang lalu lalang di sekitar tumpukan kerikil dan batu tersebut.

 

Setelah melewati tumpukan kerikil dan batuan di sekitar pintu kawasan candi, kami akhirnya mencapai ke tangga menuju situs Candi Tugurejo. Situs ini adalah tempat ditemukannya sebuah tugu berbentuk atap stupa. Saat ini tugu tersebut terpasang di atas prasasti, yang merupakan penanda pemugaran situs Tugurejo pada tahun 1938. Prasasti yang ditulis dalam bahasa Belanda dan bahasa Jawa beraksara Jawa ini menyatakan bahwa tugu tersebut didirikan kembali oleh Dinas Purbakala pada tahun 1938, atas biaya dari Desa Toegoeredjo. Pemugaran ini dilaksanakan atas usulan ahli sejarah berkebangsaan Belanda J. Knebel. Tahun 1980, Pemerintah Kotamadya Semarang melakukan pemugaran lagi pada situs ini. Belum ditemukannya prasasti yang menerangkan mengenai situs Tugurejo ini membuat para ahli kesulitan menentukan masa dan fungsi pembangunan tugu tersebut, namun sebagian ahli menduga bahwa tugu tersebut adalah tugu perbatasan antara Kerajaan Majapahit dan Pajajaran.

 

Di sebelah tugu, terdapat bangunan candi dengan gaya arsitektur Hindu. Candi ini adalah duplikat dari Candi Gedongsongo, yang dibangun pada tahun 1984-1985 oleh R.T.D. Djayaprana dari Muntilan. Duplikat ini dibuat atas prakarsa Bapak Djamin Ch dari PT Tanah Mas, Semarang. Keterangan ini dapat dibaca pada prasasti kecil di dekat pintu masuk candi. Seperti candi berciri arsitektur Hindu, pada duplikat candi ini terdapat ornamen seperti relief Syiwa Agastya di sisi selatan, relief Ganesha di sisi barat, dan relief Durga Mahesa Suramardini di sisi utara. Sedangkan di dalam bilik candi, terdapat lingga dan yoni. Di sisi utara candi juga terlihat arca Nandi yang terpotong kepalanya. Candi dibuat menghadap ke arah timur, seperti candi-candi Hindu pada umumnya. Sayang sekali bangunan candi ini kondisinya kurang terawat, ditambah banyak coretan yang merusak bangunan candi. Namun demikian, candi ini masih cukup dikenal sebagian warga Semarang, dan umumnya dimanfaatkan untuk tempat memadu kasih, syuting video klip, atau foto pre-wedding.

 

Tak hanya tugu dan bangunan candi yang memukau, pemandangan dari atas bukit juga tidak kalah menarik. Dari atas bukit tempat Candi Tugurejo berdiri, kami bisa melihat pemandangan ke arah pantai utara Laut Jawa, jalur kereta api di pantai utara Jawa, jalan raya Mangkang-Ngaliyan yang merupakan bagian dari jalur Pantura, serta sebagian wilayah Kota Semarang yang terletak di pantai utara. Karena kami cukup lama berada di bukit tersebut, kami pun sempat menyaksikan kereta api yang melintas di jalur kereta api Pantai Utara Jawa. Sungguh sebuah panorama unik yang sulit ditemukan di tempat lain!


Label: semarang , tugurejo



2 Komentar

Damar Samudro   29 October 2012 11:21:24
Wooww mba Arini makin eksis aja nih, tetap semangat untuk menulis mba..
Balas  Laporkan 
Admin   26 October 2012 03:10:24
Arini, AdiraFOI mengucapkan terima kasih atas kiriman artikel yang menarik ini. Tetap cintai Indonesia dengan melukis keindahannya lewat kata. Ayo Lukis Indonesia Dengan Kata. Cinta Bagi Negeri, Berbagi Cerita Negeri.
Balas  Laporkan 
User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance

1. Semarang
     Jalan Imam Bonjol No.180
     Ruko Imam Bonjol Blok C-D, RT05/RW03
     Telp : 024-3584041 (Hunting)
     Fax  : 024-3584042

 

2.  Kudus
     Jl. A. Yani No. 128 A
     Telp : 0291-441442 
     Fax  : 0291-444390

 

3. Pati
     Jl. Dr. Susanto No. 56 A Pati, Rt.3/1, 
     Kota Pati Propinsi Jateng - 59119
     Telp : 0295-386400
     Fax  : 0295-382546

 

4. Tegal
     Jl. Jend. Sudirman No. 23 / 25 RT.01 RW.04
     Telp : 0283-322383
     Fax  : 0283-320714

 

5. Pekalongan
     Jl. KH Mansur 108 Kel Bendan  Pekalongan
     Telp : 0285-422008
     Fax  : 0285-431095

 

6.  Purwokerto
     Komplek Ruko Satria Plaza Blok BC - 3-4,
     Jl.  Jendral Sudirman
     Telp : 0281-626028
     Fax  : 0281-626030

 

7. Solo
     Jl. Raya Solo Permai JA No. 7-9
     Solo Baru
     Telp : 0271-626626
     Fax  : 0271-626623

 

8.  Klaten
     Jl. Pemuda Utara No 113
     Telp : 0272-322561
     Fax  : 0272-322546

 

9.  Yogyakarta
     Jl.  H.O.S. Cokroaminoto No. 221 Rt. 10/04
     Telp : 0274 - 555007
     FaX : 0274 - 555062

 

10. Magelang
      Jl. Ahmad Yani No. 40
      Telp : 0293-363109
      Fax  : 0293-361246