• Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Daftar
  • Lupa Kata Sandi
Ingin liburan?
Ayo jelajahi kekayaan pariwisata Indonesia, mulai dari kedalaman laut hingga puncak gunung

Propinsi


Kodya / Kabupaten

Jenis Wisata


Kata Kunci

























Jumlah Anggota Adira FOI
21109
Beranda > Artikel > UJUNG GENTENG, THE SEA TURTLE SAFE HOUSE
UJUNG GENTENG, THE SEA TURTLE SAFE HOUSE
Rabu, 17/08/2011 15:06:36 | Jawa Barat | Wisata Alam

Oleh:
Albert Hartono

Explorer
Beri nilai:

Ujung Genteng hmm.. nama yang menarik dan mudah diingat. Kali ini adalah kali ketiga saya melakukan perjalanan ke ujung genteng untuk melepaskan diri dari hiruk pikuknya Jakarta.   Dua kali saya kesana dan gagal untuk menyaksikan Penyu merapat untuk bertelur. Kali ini harus berhasil. Hidden Garden di ujung gentengnya pantai selatan Jawa Barat ini selalu menarik untuk dikunjungi. Disamping memiliki pemandangan laut yang indah, kita dapat pula menikmati Penyu berlabuh untuk bertelur di pantai serta jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dan tidak mahal menjadikan Ujung Genteng menarik untuk dikunjungi over the weekend.

 

Perjalanan  dengan menggunakan mobil kami lakukan Sabtu dini hari, untuk menghindari kemacetan di daerah Ciawi dan Cibadak. Jalur yang kami ambil adalah melalui Ciawi, Cibadak, arah Pelabuhan Ratu, Kiaradua, Jampang Kulon, Surade dan Ujung Genteng. Untuk orang yang suka mengemudi, jalur ini sangat mengasikkan terutama setelah pertigaan pelabuhan ratu menuju Kiaradua.
Jalan yang kami tempuh hanya 2 jalur dengan pas dua mobil. Jalurnya berkelok-kelok di sisi tebing naik turun bukit. Di titik tertentu kita bisa berhenti dan menikmati keindahan pemandangan pantai selatan dari ketinggian.. Bahkan yang cukup mnengejutkan pada awal saya kesana adalah setelah suasana panas sepanjang perjalanan ke pelabuhan ratu, tiba-tiba di atas bukit kita bisa menikmati perkebunan teh dengan suhu udara yang sejuk, bahkan disore atau malam hari bisa turun kabut.. Sebuah perjalanan yang mengasikkan...Kota, bukit, laut, bukit kembali ke laut lagi...

 

Dengan tetap harus dihadang kemacetan di Cibadak walau sudah berusaha berangkat dini hari, kami tiba di Ujung Genteng setelah 7 jam Fun Driving. Target pertama adalah mencari penginapan. Setelah menginap di Amanda Ratu dengan pemandangan muara sungai yang menakjubkan pada 2 kunjungan sebelumnya, kali ini kami ingin mencoba hotel yang tepat berapa di pinggir pantai ujung genteng. Setelah tanya sana sini karena perjalanan kali ini memang tanpa persiapan (semi backpack) pilihan jatuh pada Mama’s Losmen, losmen tanpa AC yang ternyata banyak direkomendasikan di internet.

 

What Next... yang pasti mengisi perut alias makan siang. Kami langsung menuju daerah semenanjung ujung genteng untuk menikmati seafood. Ada beberapa pilihan yang bisa kita lakukan untuk menikmati seafood yaitu belanja sendiri hasil laut di pelelangan dan dimasak di rumah makan atau langsung pesan di rumah makan. Saran saya lebih baik belanja sendiri di Pelelangan. Bukan karena harga yang pasti lebih murah, namun terkadang kita bisa menemukan lobster kecil atau hasil laut lain yang tidak bisa kita langsung pesan di rumah makan. Namun kali ini kami kurang beruntung karena ombak besar sehingga hasil lautnya kurang bervariatif. Akhirnya kami pesan makanan di rumah makan.. Makanannya enak karena pasti lebih segar dibanding Jakarta.

 

Target berikutnya adalah jalan-jalan di semenanjung ujung genteng, melewati hutan pantai hingga berjalan-jalan di atas karang laut saat air surut... Benar-benar refreshing...

 

Selepas menikmati semenanjung Ujungnya Genteng, menjelang sore hari kami meluncur ke daerah konservasi penyu. Dengan semangat harus berhasil melihat Penyu, kali ini kami mengambil strategi menggunakan Guide lokal. Dalam perjalanan menuju rumah Penyu, kami melintasi daerah Surfing.. ternyata daerah ini cukup kondang bagi pecinta Surfing, terbukti kami melihat sejumlah Bule asyik meliuk-liuk mengendarai ombak Ujung Genteng. Setelah menyaksikan para Surfer bermain ombak, saya kembali menuju mobil. Sebelum masuk ke mobil seseorang mendekati saya dan bertanya... Sir.. You Want Mushroom Sir? Hmmmm... bandel nih... Dengan halus tawaran saya tolak...  Perjalanan ke konservasi kami lanjutkan.

 

Sebelum masuk ke kawasan konservasi, perjalanan kami lanjutkan sedikit memasuki daerah yang lebih ujung dengan menggunakan motor sewaan  untuk menikmati Sunset yang katanya indah. Dan memang top indahnya... Dipinggir pantai terdapat telaga kecil dengan sejumlah sapi sedang merumput dipinggiran telaga dan anak sungai yang mengalir ke laut. Sambil menunggu sunset kami bermain air sungai sambil menikmati ombak yang bergulung-gulung dan pecah di karang. What a beauty!
Kali ini kami kurang beruntung karena langit berawan. Mengetahui kami pasti tidak akan bisa menikmati sunset disana, maka kami memutuskan untuk menguubah rencana yaitu kembali Konservasi Penyu untuk melihat anak penyu dilepas kembali ke laut.

 

Beruntung saat ketibaan di konservasi prosesi pelepasan penyu cilik sedang berlangsung. Kegiatan sangat menarik. Sejumlah penyu cilik yang ditempatkan di baskom, boleh dilepaskan kembali ke habitatnya oleh pengunjung. Yang lebih menarik lagi adalah melihat perjuangan Sang Penyu Cilik yang mencoba masuk ke laut, karena perjuangan masuk ke laut harus dilakukan dengan melawan ombak yang pecah dipantai. Berkali-kali mereka terhempas kembali ke pantai dan dengan semangat 45 harus mencoba kembali hingga berhasil masuk ke laut. Pengalaman yang menarik, namun belum puas karena belum melihat Ibu Penyu merapat ke Pantai.

 

Setelah surya terbenam, kami kembali ke losmen. Sang Guide berjanji akan menghubungi dan menjemput kami bila sudah terlihat Ibu Penyu merapat kepantai. Pendekatan hunting penyu yang berbeda dari dua kunjungan sebelumnya dimana sebelumnya kami menunggu di Pantai kehadiran Penyu sampai akhirnya bosan sendiri dan balik tanpa hasil.

 

Setelah makan malam kami ngobrol diberanda depan kamar sambil berharap cemas agar malam ini ada Ibu Penyu yang merapat. Dan pukul 10 malam harapan kami terkabulkan. SMS dari guide kami meminta kami bersiap-siap dan pukul 10.30 kami dijemput oleh sang guide. Dengan tergesa-gesa kami berangkat ke pantai karena khawatir sang Penyu sudah kembali ke laut. Namun Guide menenangkan kami dengan bilang bahwa proses Penyu bertelur bisa memakan waktu berjam-jam dari mulai naik ke pantai, bertelur hingga kembali ke laut.

 

Saat tiba di konservasi kami harus berjalan cukup jauh menelusuri pinggir pantai dengan hanya bermodal senter sewaan. Untung tidak sendiri, karena kalau sendiri suasananya cukup menakutkan karena hampir bisa dibilang gelap total dengan suara deburan ombak yang pecah dikiri kami.

 

Hati mulai tenang saat dikejauhan melihat sekumpulan orang berkerumun.. Itulah lokasi Ibu Penyu yang sedang bertelur. Saat tiba dilokasi kami menyaksikan Ibu Penyu sedang bertelur. Kepalanya ditutupi oleh kain karena bila terganggu cahaya maka proses bertelurnya bisa terganggu. Pengalaman yang sangat menarik menyaksikan Penyu bertelur, memegang kepala dan badannya hingga menyaksikan usaha Sang Penyu yang luar biasa untuk perlahan-lahan menggerakkan badannya yang berat kembali ke laut.

 

Ada sedikit perasaan bersalah pada diri saya mengingat dimasa kecil saya di propinsi Babel, terkadang telur penyu kami konsumsi dan menjadi makanan yang cukup prestise karena harganya yang jauh lebih mahal dari telur ayam kampung.

 

Menurut cerita daerah konservasi alam Ujung Genteng menjadi daerah favorit Penyu bertelur karena pantainya berpasir, landai dan masih asri tanpa penerangan karena penyu tidak menyukai cahaya saat bertelur. Katanya hal itu juga yang menyebabkan bila bulan terang, jumlah penyu yang bertelur semakin sedikit.

 

Karena asyik menyaksikan prosesi penyu bertelur, saya terpisah dengan rombongan yang ternyata sudah balik duluan ke kantor konservasi... Waduh.. namun dengan mental backpacker, saya kembali ke konservasi yang berjarak kurang lebih 15-20 menit jalan menelusuri pantai dalam gelap.... And the scary story began....
Sambil menelusuri pantai dalam kegelapan malam, saya mencoba menguatkan hati dengan bilang santai aja.. bentar lagi sampai kok dan suasana indah lho..... Setelah +/- 5 menit berjalan dalam kegelapan tiba-tiba kilat muncul menerangi langit dan pantai. Sekilas di kiri saya kira-kira 4 meter saya melihat seperti orang berpakaian putih-putih berbaring.... Ssssrrrr... tanpa bisa dihentikan bulu kuduk langsung berdiri... dan langsung melangkah lebih cepat dengan berusaha menenangkan hati. Perjalanan saya lanjutkan di sambil sekali-sekali diterangi oleh kilat dilangit.

 

Sekali lagi dalam kegelapan malam saya melihat siluet 2 orang berjalan berjalanan arah melewati saya di pantai +/- 2 meter dari saya tanpa bersuara ataupun membawa senter.. Hmmm dalam hati cukup lega karena berarti kantor konservasi sudah dekat walau setelah berjalan lagi muncul kekhawatiran saya melewati kantor karena memang dari pantai cahaya lampu kantor tidak terlihat dan sepanjang daerah konservasi yang luas tidak ada chaya atau rumah lain. Hati sangat lega setelah dikejauhan muncul cahaya senter yang digoyang-goyang dan benar itu adalah Guide kami yang ada di pantai depan kantor konservasi. Sambil iseng setelah aman, saya bertanya ke Guide. “Pak tadi ada 2 orang yang jalan menuju lokasi penyu ya?” Dan dia menjawab.. “Ngak ada orang yang menuju sana Pak, kita tadi adalah group yang terakhir”... Holahhhh.. jadi siapa yang berpapasan dengan saya tadi. Namun supaya tidak membuat takut yang lain saya diam saja dan baru menceritakan Scary story keesokan harinya.

 

Setelah iseng cari tahu tentang pengalaman semalam dari penduduk, baru saya tahu bahwa daerah konservasi sering digunakan oleh pencari wangsit atau pencari ilmu mistik untuk Ngelmu dan bahkan katanya kalau tidak kuat bisa terganggu jiwanya. Hmmmm... cukup bisa menjelaskan penampakan orang berbaju putih yang sedang berbaring semalam namun tidak cukup untuk menjelaskan 2 bayangan orang yang berpapasan... Yo Wislah... Dinikmati aja pengalamannya... Dimana bumi dipijak, disitu langit harus dijunjung...

 

Kunjungan di ujung genteng kami tutup setelah makan siang dan kami meluncur balik ke Jakarta dengan rencana untuk mampir sebentar ke Curug Cikaso yang katanya sangat indah. Namun keinginan kami tidak tercapai karena menjelang ke curug Cikaso, kami dihadang hujan lebat dan terpaksa perjalanan kami lanjutkan ke Jakarta.

 

Sampai jumpa lagi ujung genteng. Target melihat Ibu Penyu bertelur sudah tercapai ditambah pengalaman mendebarkan namun mengasikkan “the scary night” mu. Next visit harus ke curug Cikaso dan menikmati Sunset yang utuh.

 

Dirgahayu ke 66 Tanah Airku!


Label:



5 Komentar

Arie Ardiansyah   15 December 2011 08:57:14
waaaahh kok malah baca cerita seremnya yaah.. padahal jumat besok mo ke sana... wakakakakaka
Balas  Laporkan 
desy riani wulandari   17 October 2011 07:43:14
wah penyunya keren kak.. :D
Balas  Laporkan 
Albert Hartono   19 August 2011 19:56:40
@Pak Daniel/Suwandi: Thanks
@ Pak Daniel: Maksudnya cuman ada di Bali itu Mushroom atau Penyunya Pak? Dua-duanya ada di Bali
Balas  Laporkan 
suwandi   19 August 2011 09:35:21
bagus sekali, saya kaish jempol
Balas  Laporkan 
daniel   19 August 2011 09:24:42
Baru tau ada juga ya di ujung genteng? kirain cuman yang di Bali aja.
Nice artikel Pak
Balas  Laporkan 
User name  : 
Password  : 

Artikel Menarik Lainnya

Kantor Cabang Adira Finance

1. Bekasi
    Ruko Grand Mall Blok C 20,
    Jl. Jend. Sudirman No. 1
    Telp : 021 - 89119761

 

2. Bekasi
    Jl. Gatot Subroto No. 36 - 38,
    Kp. Pilar RT 02 / RW08
    Telp : 021 - 89119761
    Fax : 021 - 89119765

 

3. Depok
    Jl. Margonda Raya No 88 A-C
    Telp : 021-77204222
    Fax : 021-77200022

 

4. Bogor
    Jl. Raya Tajur No. 162 D
    Telp : 0251-378862
    Fax :  0251-310543

 

5. Bandung
    Jl. Terusan Pasir Koja No. 98 Rt 011 / 08 
    Jamika - Bojong Loa Kaler - Bandung 
    Telp : 022-6041945
    Fax :  022-6041947

 

6. Sumedang
    Jl. Mayor Abdurachman No 103     
    Telp : 0261 - 208258
    Fax :  0261-208256

 

7. Subang
    Jl. Letjen.Suprapto No. 3
    Telp : 0260-421172
    Fax :  0260-421167

 

8. Karawang
    Jl. Sorokunto No 52, RT 01 / RW 08
    Telp : 0264-304703

 

9. Tasikmalaya
    Komp. Ruko TST
    Jl. Ir. H. Juanda No 18 Rt.01/04    
    Telp : 0265-327525
    Fax :  0265-327528

 

10. Garut
       Jl. Cikuray No. 38 Rt. 001 / Rw. 006
       Telp : 0262-240969
       Fax :  0262-243307

 

11. Banjar
       Jl. Mayjend. Didi Kartasasmita 3, 5, 6
       Telp : 0265-744336
       Fax :  0265-745290

 

12. Cirebon
       Jl. Dr. Wahidin No. 63
       Telp : 0231-230750
       Fax :  0231-232481

 

13. Indramayu
       Jl. Raya Bangkaloa Ilir No. 25
       Telp : 0234-352919
       Fax :  0234-353300

 

14. Sukabumi
        Jl. Pabuaran No. 12 Rt. 005 / Rw. 002
        Telp : 0266-215366
        Fax :  0266-217203

 

15.  Cianjur
        Jl. IR. H. Juanda No. 19, RT 01 / RW 13
        Telp : 0263-282723
        Fax :  0263-282726